Bingung memilih jurusan
Anak memiliki beberapa pilihan, tetapi belum memahami mana yang paling selaras dengan dirinya.
Bantu anak usia remaja memahami minat, bakat, kepribadian, dan arah kariernya sebelum menentukan peminatan sekolah atau jurusan kuliah. Prosesnya hangat, interaktif, dan didampingi psikolog berpengalaman di dunia kerja.
Konsultasi awal membantu tim Aksa memahami usia anak, kebutuhannya, dan keputusan yang sedang dihadapi sebelum menyarankan program.
Aksa membantu orang tua mendampingi anak dengan pemahaman yang lebih objektif, tanpa menebak dan tanpa menentukan hidupnya secara sepihak.
Anak memiliki beberapa pilihan, tetapi belum memahami mana yang paling selaras dengan dirinya.
Nilai sekolah terlihat, tetapi minat, cara berpikir, dan potensi anak belum terbaca secara utuh.
Anak mulai memilih karena teman, tren, atau harapan orang lain, bukan karena mengenal dirinya.
Nama Aksa lahir dari akar dan sayap. Akar membantu anak memahami siapa dirinya dan berdiri kokoh di atas kekuatannya. Sayap membantunya berani memilih arah dan mengejar kemungkinan masa depannya.
Dalam bahasa Sanskerta, aksa berarti mata. Aksa membantu anak melihat dirinya dengan lebih jernih, sekaligus membantu orang tua melihat anaknya secara lebih utuh dan penuh kemungkinan.
Rasakan pendekatan Aksa yang interaktif dan tidak menghakimi sebelum menjalani assessment bersama psikolog.
Dua belas pertanyaan ringan untuk mengenali profil arah dan kecenderungan eksplorasi diri.
Mulai Cek ArahPermainan menghubungkan profesi untuk melihat bidang karier yang paling menarik perhatian anak.
Main Benang MerahSepuluh refleksi untuk melihat seberapa dalam orang tua memahami dunia anaknya hari ini.
Mulai RefleksiKuis ini adalah refleksi awal, bukan alat tes psikologi dan bukan dasar tunggal untuk menentukan jurusan atau karier. Assessment profesional memberi pembacaan yang lebih lengkap dan personal.
Assessment tidak berhenti pada angka atau daftar jurusan. Setiap hasil dibaca dalam konteks diri anak, pilihan studi, dan dunia kerja nyata.
Pengalaman 18 tahun dalam assessment dan coaching membuat potensi anak dibaca dengan pemahaman tentang kompetensi dan lingkungan kerja, bukan hanya nilai akademik.
Tools interaktif dan eksplorasi visual membuat anak merasa sedang mengenal dirinya, bukan sedang dinilai benar atau salah.
Hasil tidak sekadar dikirim. Anak dan orang tua mendapat penjelasan personal mengenai makna, kekuatan, serta langkah eksplorasi berikutnya.
Orang tua mengetahui apa yang akan dijalani anak, sementara anak tetap mendapatkan ruang aman untuk mengeksplorasi dirinya.
Orang tua menceritakan usia anak, kebutuhannya, serta keputusan yang sedang dihadapi.
Anak mengikuti proses pemetaan dan aktivitas eksplorasi yang hangat serta interaktif.
Psikolog menjelaskan pola potensi, kecenderungan, dan makna hasil secara personal.
Anak dan orang tua memperoleh rekomendasi eksplorasi studi, karier, atau pendampingan.
Tiga program yang saling terhubung untuk mendampingi perjalanan anak: mulai dari menemukan potensi dirinya, menerjemahkannya menjadi pilihan studi, hingga membangun kesiapan menghadapi transisi menuju kuliah dan dunia kerja.
Assessment minat dan bakat untuk membantu anak mengenali pola kekuatan, ketertarikan, kecenderungan kepribadian, serta potensi yang dapat dikembangkan. Hasilnya dibaca secara personal bersama psikolog agar anak tidak hanya menerima skor, tetapi benar-benar memahami dirinya.
Pendampingan lanjutan untuk menerjemahkan hasil assessment menjadi pilihan yang lebih konkret. Anak diajak mengeksplorasi jurusan, bidang studi, lingkungan belajar, serta kemungkinan karier yang paling selaras dengan profil, potensi, dan ketertarikannya.
Pendampingan jangka panjang melalui coaching berkala untuk membantu anak bertumbuh melewati fase-fase penting, mulai dari masa SMA, persiapan dan adaptasi kuliah, pengembangan kompetensi, hingga kesiapan memasuki dunia kerja.
Tujuan assessment bukan menetapkan bahwa anak harus menjadi satu profesi. Anak dan orang tua memperoleh peta untuk memahami diri, mengeksplorasi pilihan, dan mengambil keputusan dengan lebih sadar.
Melihat minat, bakat, kecenderungan kepribadian, dan kekuatan yang dapat dikembangkan.
Mendapatkan alternatif bidang studi untuk dipelajari lebih lanjut, bukan keputusan yang dipaksakan.
Memahami kondisi belajar dan dunia kerja yang berpotensi mendukung perkembangan anak.
Orang tua dan anak memiliki dasar percakapan yang lebih objektif saat membahas masa depan.
Menentukan eksplorasi, pengembangan kompetensi, atau pendampingan lanjutan yang relevan.
“Selama 18 tahun saya bertemu ribuan profesional yang tidak optimal di kariernya, bukan karena kurang mampu, tetapi karena tidak pernah benar-benar mengenal dirinya.”
Lala adalah psikolog dan Founder INTEGRA HR Consulting. Sejak 2008, ia mendampingi perusahaan nasional dan institusi keuangan dalam assessment, rekrutmen, coaching, dan pengembangan manusia.
Aksa lahir dari keputusan untuk membawa pengalaman itu ke hulu: membantu anak mengenal diri dan arah kariernya lebih awal, sebelum kebingungan tersebut terbawa hingga dunia kerja.
Aksa Talent Center merupakan divisi pendidikan dari INTEGRA HR Consulting.
Aksa didukung associate psychologist yang membawa pengalaman klinis, asesmen psikologi, dan pendampingan remaja untuk membantu setiap proses eksplorasi berlangsung lebih hangat, objektif, dan personal.
Flo merupakan psikolog klinis lulusan Magister Profesi Psikologi Klinis UNIKA Soegijapranata. Pengalamannya mencakup konseling remaja dan dewasa, asesmen psikologi, tes minat bakat, tes inteligensi, serta edukasi psikologi untuk orang tua dan remaja.
Dalam perjalanan profesionalnya, Flo pernah dan sedang terlibat sebagai associate psychologist di sejumlah layanan psikologi, termasuk Pusat Psikologi Terapan Soegijapranata, Pelangi Kasih Semarang, Halodoc, serta Yayasan Praktek Psikolog Indonesia.
Di Aksa, pengalaman tersebut mendukung proses untuk membantu anak memahami dirinya secara lebih utuh, sekaligus memberi orang tua ruang diskusi yang lebih objektif dalam mendampingi pertumbuhan dan pilihan masa depan anak.
Beberapa pertanyaan yang biasanya muncul ketika orang tua mempertimbangkan assessment untuk anak.
Aksa tidak hanya melihat kecocokan akademik. Hasil dibaca dengan pemahaman dunia kerja, dijelaskan secara personal bersama psikolog, dan diterjemahkan menjadi arah eksplorasi yang dapat didiskusikan anak serta orang tua.
Tidak. Assessment membantu memetakan potensi dan memberikan alternatif arah untuk dieksplorasi. Keputusan tetap mempertimbangkan ketertarikan anak, pengalaman nyata, kondisi keluarga, serta informasi pendidikan yang relevan.
Ya. Sesi pembacaan membantu orang tua memahami arti hasil, melihat kekuatan anak dengan lebih utuh, dan mendiskusikan langkah pendampingan yang dapat dilakukan setelah assessment.
Bukan. Kuis gratis merupakan refleksi awal untuk mengenal pendekatan Aksa. Hasilnya tidak boleh digunakan sebagai diagnosis atau satu-satunya dasar untuk menentukan jurusan dan karier.
Mulailah dari konsultasi singkat melalui WhatsApp. Ceritakan usia anak, situasi yang sedang dihadapi, dan keputusan yang perlu dipersiapkan. Tim Aksa akan membantu mengarahkan ke layanan yang paling relevan.
Ceritakan kondisi anak Anda kepada tim Aksa. Kita dapat memulai dari satu percakapan kecil untuk melihat kebutuhan dan langkah yang paling relevan.